PENGENDALIAN BISING PADA BANGUNAN APARTEMEN


Apartemen dapat dikatakan sebagai penyatuan banyak bangunan tempat tinggal menjadi satu bangunan berlantai banyak yang terdiri dari beberapa unit tempat tinggal. Terdapat beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh bangunan apartemen, salah satunya adalah privasi di dalam tiap-tiap unitnya. Termasuk ke dalam hal ini adalah suara. Suara dari luar tidak boleh mengganggu ketenangan penghuni apartemen, dan sebaliknya, suara dari dalam apartemen tidak boleh terdengar keluar karena akan merusak privasi penghuni apartemen. selanjutnya

Posted in akustik | Tagged , , | Leave a comment

arsitektur berkelanjutan : Extending tradition


Sustainability dapat diartikan sebagai “the continuity of natural environment and natural resources”. Sustainability juga berarti suatu pemahaman yang lebih dekat terhadap konsep ekosistem sebelum menghubungkan suatu desain arsitektur dengan lingkungannya, sehingga dapat ditelaah faktor-faktor menuju suatu keadaan lingkungan bumi dan sumber dayanya yang tetap berkelanjutan kualitas daya dukungnya bagi manusia di masa datang (Wiseso, 2000).
selanjutnya

Posted in iklim dan arsitektur | Tagged , | Leave a comment

solar envelope


Kompleks bangunan ini adalah kompleks perumahan modern yang menawarkan konsep desain minimalis. Antar unit bangunannya tidak memiliki jarak sama sekali. Open space yang ada hanyalah pada halaman depan dan belakang rumah serta jalan di depan bangunan. Halaman depan memiliki lebar 4,5 m, halaman belakang juga selebar 4,5 m, sementara jalan di depannya memiliki lebar 5m. Orientasi bangunan adalah ke arah utara selatan.
Dengan desain bangunan yang seperti itu, maka memungkinkan banyak sinar matahari masuk ke bangunan melalui depan dan belakang bangunan.
selanjutnya

Posted in iklim dan arsitektur | Tagged , | Leave a comment

Analisa Pencahayaan pada Rumah Susun


Rumah susun merupakan tempat tinggal vertikal yang diperuntukkan bagi masyarakat kelas menengah ke bawah. Dengan keadaan penghuni yang seperti itu, maka kehidupan sosialnya pun berbeda dengan penghuni rumah susun mewah atau apartemen. Bagi penghuni apartemen, ruang bersama tidak terlalu dibutuhkan karena sifat sosialnya yang lebih individual. Sedangkan bagi penghuni rumah susun, ruang bersama sangatlah penting bagi mereka untuk bersosialisasi. Bukan hanya sebagai tempat untuk bersosialisasi dan bermain bagi anak‐anak, ruang bersama juga terkadang difungsikan sebagai tempat berjualan bagi penghuninya untuk pertambahan ekonomi.
Dengan banyak dan seringnya aktivitas yang dilakukan di ruang bersama, menyebabkan penerangan alam sangatlah penting di ruang bersama. Sedangkan yang sering terjadi pada rumah susun, ruang bersama tidak memiliki penerangan alam yang cukup untuk beraktivitas. Karena itulah dilakukan evaluasi penerangan alam pada rumah susun dengan menggunakan software Ecotect v5.5. Software Ecotect v5.5 berguna untuk mengevaluasi penerangan, thermal, dan akustik. Simulasi yang dilakukan hanya pada ruang bersama dalam rumah susun.
selanjutnya

Posted in iklim dan arsitektur | Tagged , | Leave a comment

Perancangan Asrama Mahasiswa Daerah Minangkabau – Tema REinterpreting tradition

14
Obyek rancangan adalah sebuah Asrama Mahasiswa yang secara khusus melayani mahasiwa yang berasal dari daerah Minangkabau. Asrama ini memiliki kapasitas 100 orang. Sebelum masuk ke konsep rancangan secara khusus, yaitu yang mencerminkan budaya Minangkabau, terlebih dahulu akan dibahas mengenai obyek asrama mahasiswa secara umum.
Pada umumnya sebuah asrama mahasiswa digunakan sebagai tempat tinggal mahasiswa yang menuntut ilmu di suatu tempat yang jauh dari tempat tinggalnya. Sebuah asrama bisa menjadi satu bagian dengan sebuah kampus, dan bisa juga terpisah.
selanjutnya

Posted in perancangan arsitektur | Tagged | Leave a comment

desain berkelanjutan

11
Pertumbuhan penduduk yang tidak disertai dengan meluasnya lahan memaksa manusia untuk membangun tempat tinggal secara vertikal sehingga tidak menghabiskan banyak lahan. Salah satu alternatif penyelesaian masalah ini adalah dengan dibangunnya apartemen, yaitu rumah susun mewah dengan berbagai fasilitas pendukung yang beraneka ragam. Adanya fasilitas-fasilitas umum tersebut membuat hidup di apartemen menjadi lebih praktis. Mobilitas yang tinggi warga perkotaan menyebabkan orang kota saat ini tidak lagi membutuhkan lahan yang luas untuk tempat tinggal karena bagi mereka tempat tinggal hanyalah tempat untuk beristirahat di malam hari ketika tidak bekerja. Karena itulah trend tinggal di apartemen semakin tinggi akhir-akhir ini.
selanjutnya
penulis: ernaning s., MT – arsitektur uin malang

Posted in iklim dan arsitektur | Tagged | 2 Comments

Desain Berkelanjutan – Iklim Sebagai Konteks Perancangan

ken-yeang
Karakteristik umum iklim tropis adalah memiliki temperatur yang tinggi, temperatur dan kelembaban rata-rata harian relatif konstan, dan range rata-rata temperatur bulanan adalah sekitar 1-3ºC. Kelembaban dan curah hujan tinggi hampir sepanjang tahun. Relative humidity berkisar sekitar 90 %. Kondisi angin tergantung pada jarak dari laut dan bisa bervariasi sepanjang tahun. Langit hampir setiap saat berawan (Givoni,1998).
selanjutnya…
ditulis oleh:
ernaning setiyowati, MT
Arsitektur UIN Malang

Posted in iklim dan arsitektur | Tagged , | 2 Comments

Perancangan yang Beradaptasi dengan Iklim

tjibaoSalah satu bangunan yang memperhatikan iklim dalam perancangannya adalah Tjibaou Cultural Center yang terletak di New Caledonia. New Caledonia merupakkan sebuah pulau di Samudra Pasifik sekitar 1600 km sebelah timur Australia. Lokasi diatur pada tanjung yang tertutup dengan pohon palem dan pinus dengan pemisahan Teluk Magenta dari danau kecil pada sisi timur Noumea. Iklimnya adalah Oceanic Tropical, yang berarti bahwa kelembaban sepanjang tahun dengan variasi yang sedikit pada temperatur. Rata-rata suhu minimum pada musim dingin adalah 18C, dan rata-rata suhu minimum pada musim panas adalah 28C. Kelembaban relatif sangat tinggi yaitu sekitar 75%, dengan rata-rata bulanan maksimum 90% dan yang terendah 60%. Tidak mudah menyediakan kondisi nyaman dengan menggunakan passive design pada iklim seperti itu.
selanjutnya…

Posted in iklim dan arsitektur | Tagged | Leave a comment

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Terbentuknya Arsitektur Tradisional Minangkabau

1
Bangunan vernakular bisa dikatakan sebagai arsitektur rakyat, yaitu arsitektur yang merupakan hasil dari sebuah kultur vernakular dan komunitas masyarakat tertentu (civilization). Arsitektur vernakular memiliki sifat turun-temurun hingga beberapa generasi. Pembangunannya berdasar kepada pengetahuan tentang teknik dan pengalaman tradisional; biasanya dibangun sendiri (kemungkinan dibantu oleh keluarga, kerabat, atau tukang dalam sukunya). Meskipun dibangun sendiri, bangunan vernakular tetap memiliki kualitas yang baik.
Struktur bangunan vernakular mudah dipelajari dan dimengerti. Terbuat dari material lokal. Cocok secara ekologi, yaitu sesuai dengan iklim lokal, flora, fauna dan pola kehidupan. Dengan demikian, bangunan vernakular memiliki kesesuaian dengan lingkungan dan memiliki skala manusia. Proses membangun lebih penting daripada hasil akhir produk. Kombinasi dari ketepatan yang baik secara ekologi, skala manusia, memperjuangkan kualitas, bersamaan dengan perhatian yang kuat untuk dekorasi, ornamentasi dan penghiasan, membawa kepada sensasi kesederhanaan yang menghasilkan kemewahan yang sesungguhnya.
Karena arsitektur vernakular bisa dikatakan sebagai arsitektur rakyat, maka ketika kita membicarakan soal arsitektur vernakular, yang kita bicarakan di sini bukanlah hanya satu bangunan, melainkan sebuah perkampungan. Karena aspek yang mempengaruhi satu arsitektur vernakular juga berpengaruh terhadap tatanan kumpulan arsitektur vernakular tersebut (perkampungannya).
selanjutnya
penulis: ernaning setiyowati – arsitektur uin malang

Posted in budaya dan arsitektur | Tagged | 4 Comments

Kampung Naga

selanjutnya...
Kampung Naga merupakan salah satu Desa Adat yang ada di Indonesia dan masih terjaga kelestariannya. Kampung ini merupakan contoh perkampungan di Indonesia yang memiliki sense of place dan berusaha mempertahankannya. Kampung Naga mempertahankan adat istiadatnya ketika masyarakat di sekitarnya telah berubah seiring dengan perkembangan jaman. Kehadirannya menggambarkan kehidupan masyarakat Indonesia yang sesungguhnya yang belum terkontaminasi oleh perubahan budaya. Daya tarik obyek wisata Kampung Naga terletak pada kehidupan yang unik dari komunitas yang terletak di Kampung Naga tersebut.
selanjutnya…
Tulisan ini dibuat oleh Heru Subiyantoro, Ernaning Setiyowati, Thomas Ari K., dan Pradhono Surya R.

Posted in budaya dan arsitektur | Tagged | Leave a comment